Kamis, 11 Februari 2016

Sepasang foto



Setiap waktu mempunyai ruang masing-masing, itulah yang kucoba lihat dari dalam dirimu.
pantulan cerminku yang masih lusuh melihat sosokmu yang sangat anggun dan polos dalam balik cermin yang kuabadikan melalui sepotong fotomu?
Gejolak yang membara bagai hangatnya embun seolah sirna ketika aku datang dimasa yang mungkin kau lupakan sekarang.

R(Reblion)



Aku dalam sebuah realitas yang terkadang tak bisa kusadari 6 tahun aku berada di kota yang indah tapi selalu panas dalam otak, aku mulai cinta dengan kota ini apa yang tak kudapatkan dari desa asalku mulai kumasukan dalam catatan kehidupanku…
Memang mengasikan,banyak orang yang kujumpai dari yang gila sampai waras, banyak hal yang dapat kuceritakan suatu saat nanti ketika aku pulang kampung kalau aku mencatat sejarah di kota ini.menuntut ilmu di salah satu perguruan tinggi yang mulai memunculkan namanya di tataran nasional. Terkadang aku benci di kampus ini, menjumpai sistem pendidikan yang begitu menyiksaku.
Aku yang berangkat dari titik nol, dengan pakaian sederhana dan norak, menginjakan di Kampus Pesawat dulu begitulah julukan kampusku dan sekarang tidak karna pesawat itu sudah dipindah tidak jauh dari kampus tercintaku. Awal ceritaku dimulai ketika ospek kegiatan pengenalan kampus yang dibrikan oleh mahasiswa senior, dan para dosen, di sinilah awalku mulai memberontak ,tentang apa yang diberikan senior-seniorku, sedikit bekal untuk memberontak sudah mulai kudapatakan dari kawan yang kujumpai saat aku masih SMA, dan dia juga kuliah di tempat yang sama dan fakultas yang sama, dialah yang sedikit mulai membuka mataku.
Aku mulai memberotak saat itulah aku dikenal, dan perjumpaan dengan kawan lama yang kutemui saat SMA ku temui lagi dia juga teman sodaraku yang dia kenalkan kepadaku dulu..
Aku lah Sang Pemberontak baru di angkatan 2007, memberontak apa yang menurutku salah dan mereka salah. Bengkel Senilah awal aku berada. waktu itu bukaBS,tapi AMS, KALIPTRA, PSM, di situlah aku belajar  yang mereka belum pelajari, kawan-kawanku di AMS dan KALIPTRA memberiku banyak memberikan supply pengetahuan seolah aku lapar akan pengtahuan. Hari demi hari mulai kulalui dari penampilanku yang sederhana dan norak mulai berubah karna realitas tempat dan lingkungan yang berbeda dari kampungku. Mulai ku asyik dengan keliaran pikiranku, semakin banyak orang yang kujumpai. Itulah salah satu momen yang mahal harganya bahkan bisa jadi tak ada nilainya.
Dari yang norak CuPu mulai merubah sikap pembangkang, terkadang aku tak sepakat dengan kata dosenku ataupun dengan teman-teman sekelasku pasti aku tentang..
Iya memang aku butuh eksitensi akan keberadaanku itulah caraku. Dengan pengetahuan yang mulai bertambah. Aku mulai menentang dari ketidakadilan yang dibuat manusia. begitulah sedikit analisaku. Toh tetap saja akulah orang yang sendirian menentang ketidakadilan pengetahuan, dan pastilah aku kalah  mulai tersingkirkan dari teman seangkatanku dan dosenku karna suka mendebat mereka yang kuanggap salah.
Namaku mulai diakui di fakultas yang aku singgahi dikenal dengan Si Pembangkang yang selalu membantah, toh ya ini memang AKU yang sudah bermutasi dari yang norak mulai menjadi sedikit edan. Suatu ketika aku kenal dengan sebuah cita-cita yang mulia dan sampai saat ini masih ku emban dan kumulai memncoba mengimplementasikannya. Ruang inilah yang terus mengasah daya nalarku. Aku berterima kasih dan bahkan aku bisa bersujud padamu, karna marhenismelah sebuah cita-cita yang mulia sampai akhir zaman yang menurutku masih relevan.
Ku mulai berfikir meluas tentang history dunia, filsafat yang tak ku mengerti, sejarah nasional, politik, agama, cinta, sampai soal keberadaan Tuhan. Aku tahu sebenarnya yang kupelajari sudah keluar dari norma kurikulum pendidikan fakultasku, tak apalah ini dinamikaku, silahkan kritik aku, maka kan kujawab, “Mari ngopi bareng kita, obrolkan dengan sebatang rokok ini..!” Semakin otaku mulai kacau aku mulai tak kuat memfilternya akan agungnya pengetahuan. Satu ruang ku dapatkan lagi OR, ruang yang ku acak-acak,menemukan banteng-banteng kecil yang lucu dan penuh dinamika, mengasikan sedikit melesat dan mulai dinamis. Kita di sana mencoba untuk gila dan berbeda dengan yang mereka jalankan, tak peduli apa kata mereka ini memang jalan kita, jalan yang disepakti bersama-sama.
Waktu mulai berajak ke senja aku mulai meninggalkan ruang-ruang yang ada di fakultasku. Aku harus mencoba berani bertarung ke luar, menemui orang-orang yang lebih gila lagi.
Ya perjumpaan diawali dengan scooter antic yang kubawa, itulah perkenalan dengan teman-teman dari salah satu perguruan tinggi lain yang ada di Malang, anarko, tukang sablon, scooter. Dunia baru yang mulai kudapatkan. Satu setengah tahun aku berdinamika dengan ruang baru meninggalkan realitas..
Asik, itulah ilmu baruku. Di sini hal nyata ku dapatkan bagaimana hidup di jalaanan dan mencari uang sendiri. Dan tasku selalu dipenuhi sebuah buku dan peralatan bengkel, persiapan buat jaga-jaga agar Si Eneng tak rewel, itulah nama scooter yang kuberikan, karna scooter ini milik orang Sunda. Aku sudah menganggapnya juga teman setiaku di jalanan yang terkadang rewel karna mesinya sudah tua. Terus berjalan, selembar kain kucat dan selalu mengotak-atik Si Eneng yang sedang rewel.
Ada cinta yang mulai kutinggalkan, dua tahun ku bangun penuh pengorbanan, dendam, dinamis, dialektika cinta itu yang membuatku juga keluar dari realitasku di mana aku dilahirkan, dia sosok pertama yang kucintai tapi aku lebih mencitai dunia ku. Karna keputusan itu harus di akhiri, agar dia lebih bahagia, karna dunia kita berlawanan. Tapi aku berterima kasih sudah dipertemukan dengan bidadari yang telah mengisi hari-hariku dalam keterasingan yang kubuat sendiri,.dia mulai tidak suka dengan isi otaku. Dia yang taat beribadah dan aku yang murtad, tidak suka dengan penampilanku, rambut gondrong pakaian compang camping, selalu berbicara ceplas-ceplos,.
Ya akhirnya selesai juga perjumpaanku dengan malaikat kecilku, malaikat tak akan bisa bersatu dengan setan,.
Terima kasih banyak, kehadiranmu di sampingku, aku bisa merasakan sakit hati, dendam, romantic, dinamis. Itu semua indah bukan!! ku balut dengan cinta Tuhan.
Aku kembali ke alamku, awal aku berada, kewajiban akhirku sudah dipertanyakan oleh kedua orang tuaku. Sedikit kata yang bisa kulontarkan untuknya, maaf, aku sedikt terlambat tidak bisa menempati janjimu, tapi inilah caraku untuk membuat orang tuaku bahagia, dialah yang membuatku, semakin kuat karna aku harapan mereka aku tidak mau mengecewakannya, aku kan buktikan pada semua orang, aku yang dianggap tak beragama, urakan, pemabuk kuliah acak acakan, pembuat onar dan terserahlah apa kata mereka, yang jelas itu kontradiksi yang harus dipertanyakan ulang karna mereka tak mengenal aku. Aku Sang Pemberontak kecil mencoba mengikuti norma agar segera keluar dari realitasku. Terima kasih kawan-kawanku.
Setumpuk buku, kopi, rokok dan segelas cinta, itulah harta yang kupunya, aku akan melantun ke depan segera keluar dari kepenatan ini dan melesat bagai cahaya,

"suratku, surat yang tak pernah sampai"



Setahuku, sekarang kita sudah sebegitu jauh. Apakah kita pernah lebih dekat sebelumnya?!
itu tidaklah begitu penting bagiku. Hampir empat tahun yang lalu, aku menemuimu di kota ini. Sekarang, aku tidak tau pasti sudah berapa lama aku tertarik padamu. Disadari atau tidak, kita telah menjadi dewasa daripada empat tahun sebelumnya.

Aku sadar, perspekti
fku menyimpulkan sesuatu menghasilkan banyak kemungkinan ke-egoisan. Termasuk penilaianku terhadap hubungan kita berdua sebagai lawan jenis. Kuharap kau setuju denganku kali ini. Yang jelas, kesalahan-kesalahan yang terjadi mungkin atas kehendak dzat-dzat yang bersifat gaib yang disebutkan dalam kitab suci kita. Atau murni kesalahanku sebagai manusia dengan segala kekurangannya. Entahlah. Yang pasti, harapanku menulis ini adalah dapat membuat segalanya lebih baik dari sebelumnya. Dengan atau tanpa restu dari dzat-dzat itu.

Maafkanlah. Banyak orang menyebutku sebagai seorang yang aneh, kau juga, dan itulah aku--.hanya satu hal bedanya: Aku adalah manusia yang bertindak atas keyakinan yang dipegangnya dan setia pada pendiriannya.

Mungkin saja ini kali yang terakhir. Aku tak memintanya, namun tentulah itu berada di dalam kenyataan kemungkinan logisnya. Karena satu detik kedepan adalah misteri. Seandainya harus demikian, terimalah peluk kasihku yang terakhir kali. Aku amat menyayangimu, satu-satunya hal yang pasti buatku saat ini. Hanya saja aku tak tahu bagaimana menyatakan cinta kasihku ini. Aku sangat kaku dalam tindakanku, dan aku berpikir bahwa kadang-kadang kau tidak akan memahamiku. Adalah tidak mudah untuk memahamiku. Meski begitu. Kumohon, untuk saat ini saja percayalah padaku.

Ketahuilah, aku menulis ini dengan campuran perasaan bahagia dan sedih. Kutinggalkan disini beberapa harapan...Kau harus tahu sesuatu. Setelah semuanya terjadi. Bukan suatu hal yang luar biasa. Setidaknya aku telah melakukan sesuatu untuk mengganti air mata yang pernah mengalir, menulis surat ini untukmu. 

Baiklah, mungkin begitu banyak yang tak baik. Semuanya. Kuserahkan kembali padamu. 

..14 februari 2009..

................................................................................................................

...Dalam dunia ini begitu banyak rahasia, setelah 20 tahun lebih hidup didalamnya apa aja yang udah kau dapat? Maukah kau bercerita? Percayalah aku akan jadi pendengar yang baik untukmu, walaupun nantinya kata-katamu tak sebaik para pujangga cinta, tapi tentu kau kuanggap lebih baik dari mereka...

Seperti tahun-tahun sebelumnya, sampai detik ini aku masih aja mikirin kamu, tentu saja semua hal yang baik-baik...ayo donk, nggak usah cemberut, hal seperti itu harus kau lupakan, terlalu sepele untuk merusak manis senyummu...

ya aku tau, Mungkin kau kira aku gombal, komentar standart dari semua wanita yang pernah dipuji, tapi percayalah satu hal, semua pria dimuka bumi ini adalah seorang perayu dan tak sedikit yang berhasil dengan rayuan-rayuannya...

Mulai sekarang aku putuskan bahwa hidup itu memang sangat indah...begitu complicated...sungguh beraneka ragam... bukan cuma hitam dan putih aja, tapi ada juga abu-abunya, mungkin kau juga sudah tau itu...

Ini suratku yang kedua untukmu, kuharap aku tak menggangumu dengan surat-suratku ini, 

...peluk dan cium untukmu ...

..14 februari 2015..
..........................................................................................

Minggu, 01 November 2015

Alkohol zat imut di dunia


Tahukah kamu seteguk alkohol yang biasa anda tuang ke dalam perut anda mengandung banyak sekali hal imut? Menurut sumber yang ada entah dari mana datangnya, alkohol mengandung : 


kebahagiaan, kejujuran, persaudaraan, kehangatan, kreatifitas, imajinasi, canda tawa, romantisme, percaya diri, keterbukaan, solidaritas, kepasrahan, rasa ingin tahu, kes
etiaan, kekuatan, keramahan..dsb 



Menurut sumber yang sama, alkohol adalah zat yang paling kontroversi dan paling imut yang pernah ada.. Bayangkan saja, betapa kerasnya pak polisi menolak dan menghancurkannya di muka umum sementara ia sendiri yang melindungi kedai penjual miras tetap berdagang.. 


Betapa kukuhnya para pemuka agama mencemoohnya dengan segala efek buruk yang ada di dalamnya sementara ia sendiri tidak pernah merasakan berjuta efek baiknya.. 


Betapa kekasih dan orang tua anda memaksa anda untuk menjauhinya dengan ancaman yang kekanak-kanakan sementara mereka belum tentu bisa membantu menyelesaikan masalah di kepala anda.. 


Betapa sebenarnya alkohol itu dirancang dengan sesempurna itu adalah untuk sesuatu yang indah.. 


Ia datang membawa kebahagiaan indah yang selalu menemani anda selagi anda masih mau menampungnya di perut anda.. 

Ia membawa keceriaan di antara gelak tawa sahabat-sahabat anda yang menuangnya di gelas plastik dan mengedarkannya.. 

Ia membawa indahnya persaudaraan dan solidaritas di saat orang yang meminumnya sudah tidak lagi sadarkan diri.. 

Ia membawa keberanian dan kejujuran dimana kita berbicara dengan sangat personal tanpa ditutup-tutupi dengan kemunafikan.. 

Ia dapat mencairkan suasana yang dingin tanpa tegur sapa dengan perkenalan yang manis.. 


Yang terhebat.. 

Ia membuat manusia yang sudah tidak lagi menyayanginya dengan sebuah tobat yang manis.. 

Tobat yang membuat hidup kita berharga.. 

Lebih berharga dari barang manapun yang termahal di dunia ini.. 


Betapa tidak.. 

Bayangkan bilamana seseorang yang tidak pernah mengecap rasa empedu meremehkan arti rasa “pahit” 

Dengan seseorang yang sangat mencintai rasa “manis” karena pernah dan tidak ingin lagi merasakan empedu yang pahit.. 

Manusia tidak akan benar-benar merasakan keindahan bila tidak pernah merasakan kehancuran.. 


Jadi, tunggu apa lagi.. 

Zat imut menanti anda sekarang.. Mabuklah, bersenang-senanglah, bersenggamalah, berceritalah honestly dengan alkohol.. 

Sekarang juga !!! 

Sebelum anda terpikat dengannya disaat anda mulai kehabisan usia.. 

Dan anda tidak pernah merasakan indahnya dunia.. 

Dengan dua versi yang berbeda… 

by, hitammerah

Rabu, 04 September 2013

Bidadari Badung

Gadis kecil berlari ke sana–kemari.
Tak peduli gaunnya tersingkap angin.
Dia ingin terbang.
Dia ingin bebas.
Melihat semua warna-warni dunia.

Gadis kecil ingin tahu segalanya.
Mencari jawaban yang masih tanda Tanya.
Dia buka mata.
Dan buka telinga.
Melihat semua o o kepincangan dunia.

Kebebasan yang diingini.
Adalah tidak menggunakan papan nomor di dada.
Berbuat ikuti kata hati.
Tanpa beban aturan.

Gadis kecil mengalir ikuti arus.
Susuri panas dan dinginnya dunia.
Dia terus terbang.
Bagai bidadari.
Menaburkan bintang ciptakan keajaiban.

Kebebasan yang diingini.
Adalah tidak menggunakan papan nomor di dada.
Berbuat ikuti kata hati.
Tanpa beban aturan.

Biarkanlah dia mengejar mimpinya.
Biarkan kulitnya jadi hitam biru.


                                                                                                                        By Oppy Andaresta

"The Worst Day Since Yesterday"


Well I know, I miss more than hit
With a face that was launched to sink
An' I seldom feel, the bright relief
It's been the worst day since yesterday

If there's one thing I have said
Is that the dreams I once had, now lay in bed
As the four winds blow, my wits through the door
It's been the worst day since yesterday

Fallin' down to you sweet ground
Where the flowers they bloom
Well it's there I'll be found

Hurry back to me, my wild cailín
It's been the worst day since yesterday

Though these wounds have seen no wars
Except for the scars I have ignored
And this endless crutch, well it's never enough
It's been the worst day since yesterday

Hell says hello, well it's time I should go
To pastures green, that I've yet to see

Hurry back to me, my wild cailín
It's been the worst day since yesterday


                                                                                  By Flogging molly